LUMAJANG – Rangkaian safari daerah yang digelar oleh jajaran alumni Pondok Pesantren Nurul Istiqomah kini memasuki babak akhir. Kegiatan yang menyisir berbagai basis wilayah di Lumajang hingga Jember ini dinilai bukan sekadar temu kangen, melainkan langkah strategis untuk memperkokoh peran alumni sebagai wajah pesantren di tengah masyarakat.
Koordinator Alumni Pusat sekaligus Dewan Pengawas PERUMDA, Sdr. Ubaidillah, yang terjun langsung memimpin rombongan, mengungkapkan rasa syukurnya atas dampak luar biasa dari gerakan ini. Dalam orasinya, pria yang akrab disapa Ubay tersebut menekankan bahwa alumni memiliki tanggung jawab moral yang besar.
"Kita yang alumni merasa harus ada ikatan batin yang kuat dengan pesantren. Mengapa? Karena dalam kehidupan sehari-hari, kitalah contoh nyata atau 'marketing' dari akhlaqul karimah yang diajarkan guru-guru kita," tegas Ubay.
Selain misi penguatan karakter, safari ini menjadi ajang transparansi perkembangan pesantren. Saat ini, Ponpes Nurul Istiqomah tengah bersiap melakukan lompatan besar melalui pembangunan 5 ruang kelas baru dan 1 kantor yayasan.
Guna menyukseskan proyek amal jariyah tersebut, Ubay secara khusus meminta dukungan dari seluruh elemen alumni, baik putra maupun putri. Dukungan ini sangat diharapkan terutama saat memasuki tahap krusial, yaitu proses pengecoran yang diperkirakan akan dilaksanakan pada rentang Juni hingga Juli 2026.
Kabar yang paling dinantikan juga resmi diumumkan. Agenda besar bertajuk Temu Alumni Akbar dijadwalkan akan digelar pada 13-14 Juni 2026. Momen ini akan menjadi sangat istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian Haflatul Imtihan serta Wisuda para santri.
"Apresiasi setinggi-tingginya untuk pengurus daerah. Perjalanan ini berjalan sangat khidmat. Bagi rekan-rekan yang berada di luar jangkauan safari kali ini, nantikan rangkaian Temu Alumni Akbar yang sedang kami persiapkan sebagai puncak silaturahmi," tambah Ubay.
Sentuhan spiritual yang mendalam datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Istiqomah, Kyai Muhammad Yahya Asyarifi. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan analogi yang menggetarkan hati mengenai hubungan abadi antara santri dan almamaternya:
"Alumni ibarat raga yang menua, namun pesantren adalah urat nadinya. Selama koneksi tetap terjaga, di sanalah sumber hidup yang menjaga langkahmu tetap bermakna hingga akhir hayat."
Catatan Perjalanan Safari Alumni
Safari ini telah merajut kembali tali persaudaraan di berbagai titik kediaman alumni:
Randuagung: Dibuka pada Kamis, 23 April di kediaman Sdr. Teman.
Ranuyoso: Berlanjut pada Ahad, 26 April di kediaman Sdri. Qurrati A'yun.
Jember: Menyapa alumni di Kabupaten tetangga pada Jumat, 01 Mei (Rumah Khos).
Pasirian: Berlangsung khidmat pada Sabtu, 02 Mei di kediaman Sdr. Sadi Imron.
Kedungjajang: Baru saja usai dilaksanakan pada Ahad pagi ini, 03 Mei di kediaman Sdr. Agus Wiyono.
Puncak Penutupan:
Rangkaian safari daerah ini akan ditutup secara resmi di wilayah Sukodono pada Rabu, 06 Mei 2026 pukul 19.00 WIB, bertempat di kediaman Sdr. Ripen. Agenda penutupan ini diharapkan menjadi pemungkas yang manis sebelum seluruh alumni kembali berkumpul di pesantren pada bulan Juni mendatang.

