LUMAJANG – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman Lumajang secara resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 di Desa Kudus, Kecamatan Klakah. Pembukaan KKN Tematik Kelompok 3 tersebut dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, dan dihadiri oleh puluhan masyarakat serta tamu undangan.
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 3 KKN Tematik Abdul Arofik menyampaikan tujuan dan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Kudus. Ia menjelaskan bahwa kegiatan KKN ini berfokus pada pelestarian alam, sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi hukum bisnis, serta pencegahan bullying di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
“Melalui program-program tersebut, kami ingin menciptakan inovasi serta meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Kepala Desa Kudus, Halimah, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada para mahasiswa KKN STIH Jenderal Sudirman. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
“Semoga adik-adik KKN diberikan kelancaran selama menjalankan tugas. Kami siap membantu apabila ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan dengan para kepala dusun,” tuturnya.
Sementara itu, Dewan/Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amirudin, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan mukadimah serta rasa hormat kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat. Ia menekankan pentingnya mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk memahami realita sosial.
“Sering kali teori yang dipelajari di kampus tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk terjun langsung agar memahami realita yang ada di masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Amirudin menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, KKN Tematik merupakan wujud nyata dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus dapat menjadi sarana penelitian bagi mahasiswa.
“Kami juga menyiapkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum), mulai dari pembuatan surat gugatan, perancangan peraturan desa (Perdes), hingga penanganan permasalahan hukum lainnya. Terakhir, kami menyerahkan sepenuhnya mahasiswa KKN kepada pemerintah desa, khususnya terkait aspek keamanan selama kegiatan berlangsung,” imbuhnya.
Acara pembukaan KKN Tematik 2026 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Saifulloh, mahasiswa STIH Jenderal Sudirman, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan satu persatu mahasiswa dan di lanjut ramah tamah dan makan bersama.

